Techfin Insight – Jadi pengusaha muda itu keren, tapi juga nggak gampang. Apalagi kalau kamu baru mulai jalanin UMKM atau bisnis kecil-kecilan.
Semua hal serasa harus dipegang sendiri: dari ngurus orderan, posting konten, cari supplier, sampai ngitungin keuangan. Bahkan kadang lupa, “Eh, aku udah makan belum hari ini?”
Kalau kamu pernah atau sedang ngalamin hal kayak gitu, tenang. Kamu nggak sendirian. Banyak pengusaha muda juga lagi berjuang di titik yang sama.
Tahun 2017 silam, saya dan beberapa orang teman sempat ngide bikin usaha sewa studio dan creative production house.
Dengan sedikit modal hasil patungan dan tekad membara kita sewa lokasi di daerah Tangerang Selatan. Dengan tim yang minim pengalaman bisnis, nggak ngerti finance, akunting, sales, operational apalagi KPI.
Dalam 1 tahun studio kita tutup dan semua aset kita jual sampai masing masing jalan sendiri sendiri. Ada yang freelance, ada yang buka usaha sendiri, ada yang kirim kirim lamaran lagi ke perusahaan.
Dari sini kami belajar bahwa perlu ada ilmu atau mentoring dari orang yang berpengalaman dalam membangun bisnis untuk memulai sebuah usaha yang bisa bertahan dan berkembang.
Pengalaman ini saya jadikan pijakan dalam karier berikutnya dengan bekal belajar, bertanya dan meminta bimbingan dari senior senior yang sudah berpengalaman.
Akhirnya saya menyimpulkan ada 3 point yang harus benar benar dikuasai dalam membangun sebuah usaha seperti UMKM.
1. Waktu: Aset yang Gak Bisa Ditambah, Tapi Bisa Diatur
Salah satu kesalahan umum pengusaha muda adalah merasa semua harus dikerjain sendiri. Akhirnya waktu habis, tapi hasil belum tentu maksimal.
Padahal, waktu adalah sumber daya paling mahal—lebih mahal dari modal uang.
Gimana caranya ngatur waktu lebih bijak?
- Bikin to-do list harian dan mingguan. Tapi jangan cuma ditulis, pastikan prioritasnya jelas. Misalnya, pagi untuk kerjaan yang butuh fokus (kayak balas email penting atau bikin strategi), siang baru untuk urusan operasional (packing, chat customer, dll).
- Gunakan sistem blok waktu. Misalnya, Senin khusus buat produksi, Selasa untuk promosi, Rabu untuk meeting tim atau evaluasi. Ini bikin kamu nggak gampang terdistraksi dan semua urusan tetap jalan.
- Jangan takut bilang “nggak dulu”. Banyak pengusaha pemula suka bilang “iya” ke semua peluang. Padahal belum tentu semuanya cocok atau tepat waktu. Fokus dulu ke yang penting dan berdampak.
- Delegasi. Ini penting banget. Kamu nggak harus jadi superhero. Mulai percayakan tugas-tugas ke tim, asisten, atau freelancer.
Tools yang bisa bantu: Google Calendar, Notion, atau aplikasi task manager kayak Trello dan ClickUp.
2. Budget: Bisnis Kecil Harus Lebih Cerdas Ngatur Uang
Satu hal yang sering bikin UMKM keteteran adalah nggak punya sistem pengelolaan keuangan. Semua uang masuk dan keluar, tapi nggak pernah tercatat rapi.
Tau-tau akhir bulan, saldo rekening tinggal recehan.
Tips sederhana ngatur budget usaha:
- Pisahkan uang pribadi dan uang bisnis. Ini basic banget, tapi masih banyak yang nyampur. Buka rekening terpisah khusus buat bisnis kamu.
- Bikin anggaran bulanan. Alokasikan uang untuk produksi, operasional (transport, listrik, sewa, dll), promosi, dan dana cadangan. Jangan semua dibelanjakan tanpa rencana.
- Catat semua pengeluaran dan pemasukan. Sekecil apapun. Bahkan beli plastik bubble buat packing pun harus dicatat. Ini bikin kamu lebih sadar ke mana uang pergi.
- Cek hasil dari setiap pengeluaran. Misal, kamu keluarin Rp500.000 buat iklan Instagram. Coba lihat hasilnya. Dapat berapa order? Worth it nggak? Jangan asal boost tanpa tahu hasilnya.
- Punya buffer (cadangan). Dalam bisnis, hal tak terduga pasti ada. Supplier telat, barang rusak, atau orderan sepi. Makanya penting punya dana cadangan minimal 10–15% dari total cashflow.
Tools bantu: Google Sheets, BukuKas, BukuWarung, atau aplikasi keuangan khusus UMKM.
3. Tim: Kecil Gak Masalah, Asal Kompak
Di tahap awal, tim bisnis kamu mungkin cuma 2-3 orang, atau bahkan kamu sendirian. Tapi begitu ada satu orang tambahan, kamu udah jadi “leader”, mau nggak mau.
Dan leadership yang baik itu bukan soal nyuruh-nyuruh, tapi soal bikin tim kerja dengan arah dan semangat yang sama.
Gimana cara ngatur tim yang kecil tapi berdampak?
- Tentukan peran dan target tiap orang. Misalnya: si A handle konten, si B bagian admin & chat pelanggan. Tapi jangan berhenti di situ. Jelaskan juga targetnya, misalnya: “Posting konten 3x seminggu dengan target 100 interaksi.”
- Bikin SOP sederhana. Misalnya, cara bales chat pelanggan, cara kirim barang, atau proses ambil foto produk. Ini bikin kerjaan lebih konsisten dan nggak nanya hal yang sama berulang-ulang.
- Lakukan evaluasi rutin. Gak harus formal. Cukup ngobrol 15–30 menit tiap minggu untuk bahas apa yang udah oke dan apa yang perlu ditingkatkan.
- Support pengembangan tim. Bagiin video YouTube edukatif, ajak webinar gratis, atau bikin sesi belajar bareng. Tim yang berkembang = bisnis yang makin kuat.
- Hargai ide dan masukan. Kadang justru dari tim kita muncul ide-ide simpel yang berdampak besar. Jadi jangan jadi bos yang merasa paling tau semuanya.
Tools komunikasi: WhatsApp Group (khusus kerjaan), Google Docs untuk SOP, atau Notion kalau mau lebih rapi.
Bonus: Pakai Sistem Sederhana Kayak OKR
Biar usaha kamu lebih terarah, kamu bisa pakai sistem OKR (Objectives & Key Results). Tenang, ini bukan cuma buat perusahaan gede. UMKM juga bisa banget!
Contoh:
🎯 Objective: Naikin penjualan online dalam 1 bulan
✅ Key Results:
- Upload 20 konten promosi di Instagram
- Tambah 500 followers
- Capai 100 order baru di marketplace
Dengan OKR, kamu dan tim jadi punya arah yang jelas. Bukan sekadar “kerja keras”, tapi “kerja cerdas dan terukur”.
Mulai dari yang Kecil, Tapi Konsisten
Ngatur waktu, uang, dan tim bukan hal yang langsung sempurna dalam semalam. Tapi yang penting, kamu mulai. Sedikit demi sedikit, hari demi hari.
Ingat:
- Jangan kerjain semuanya sendiri.
- Jangan belanjakan semua tanpa rencana.
- Jangan kerja sama orang tanpa komunikasi yang sehat.
Kalau kamu bisa mulai terapkan tiga hal ini, perlahan tapi pasti usahamu akan jadi lebih rapi, efisien, dan siap naik kelas.
Butuh template budgeting sederhana? Checklist mingguan? Atau contoh format OKR buat bisnis kecil? Langsung aja komen ya! Siapa tahu kita bisa kolaborasi.




