Serang, Techfin Insight — Bullying masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu ini, mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) Serang semester 6 dari Program Studi Administrasi Negara menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pencegahan dan Penanganan Tindakan Bullying di Lingkungan Sekolah.”
Kegiatan berlangsung pada Rabu, 5 November 2025, di SMK Insan Cendikia, Jl. Sentul Jonjing Km.5, Simpang Tiga, Jeruk Tipis, Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, dan diikuti oleh 30 siswa yang antusias.
Kolaborasi Akademik untuk Lingkungan Sekolah yang Aman
Tim PKM ini diketuai oleh Aan, bersama Saripudin, Muhamad Hilman Hidayat, Rosdewana Panjaitan, dan Nuryati Maulani Dewi, di bawah bimbingan dosen Siska Marlina, S.A.P., M.A.P.
Meskipun berhalangan hadir, Siska tetap memberikan dukungan penuh kepada mahasiswanya.
“Kami berterima kasih kepada mahasiswa UNPAM Serang yang sudah hadir dan memberikan pemahaman penting tentang pencegahan bullying. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai,” ujar Muhammad Sarjo, S.Pd.I, Kepala Sekolah SMK Insan Cendikia.
Pendidikan Empati dan Pencegahan Sejak Dini
Dalam kegiatan ini, mahasiswa membawakan materi mengenai definisi, jenis-jenis, dampak, serta cara mencegah dan menanggulangi bullying di sekolah.
Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif agar peserta bisa berbagi pengalaman dan menemukan solusi bersama terhadap praktik perundungan.
Ketua pelaksana Aan menegaskan bahwa kegiatan PKM ini merupakan bentuk nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman luas kepada siswa tentang pentingnya saling menghormati dan berani menolak segala bentuk bullying di sekolah,” ujarnya.
Membangun Sekolah Ramah dan Bebas Bullying
Acara ditutup dengan pembagian materi edukatif dan ajakan bersama untuk menciptakan sekolah yang ramah, aman, dan bebas bullying.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa berperan penting dalam membangun budaya empati dan menghormati sesama di dunia pendidikan.
Dengan langkah sederhana namun bermakna ini, UNPAM Serang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dampak sosial positif di masyarakat melalui gerakan edukatif yang menyentuh langsung akar permasalahan di sekolah.
Penulis: Sarip
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




